Social Icons

Pages

Minggu, 26 Agustus 2012

Mengenal Sendratari


 Oleh Sulis, Mahasiswa Sastra Jawa UI
             
Sendratari Ramayana, di plataran candi Prambanan
Kata sendratari sendiri berasal dari Seni Drama dan Tari. “Drama tari adalah sajian tari yang mengungkapkan cerita atau peristiwa baik cerita secara utuh atau sebagian yang didalamnya terdapat struktur dramatik”. (Telaah Teoritis Seni Tari;M.Jazuli; 1994)
            Drama tari tergolong dalam drama tradisional. Drama tari terdiri dari dua bentuk, yaitu drama tari berdialog dan tanpa dialog. Drama tari berdialog adalah drama tari yang dalam penyajiannya menggunakan dialog, baik oleh dalang (juru cerita) maupun oleh penari itu sendiri. Jenis bahasa yang dipakai bisa berupa prosa atau puisi. Drama tari tanpa dialog merupakan jenis drama tari yang dialognya terungkap melalui gerak-gerak tari. Drama tari ini biasa disebut sendratari.
  Pada tahun 1961, Departemen Perhubungan Darat, Pos, Telekomunikasi dan Pariwisata (PDPT) memprakasai pertunjukan kolosal Sendratari Ramayana Prambanan. Letjen Djatikusumo yang saat itu sebagai menteri PDPT dan salah satu putra Sunan Paku Buwono X adalah pemakrasa Sendratari ramayana. Sendratari diterima sangat baik oleh masyarakat. Dalam waktu yang relatif singkat, sendratari telah menyebar ke Jawa Timur dan Bali. Biasanya cerita diambil berasal dari epos Ramayana dan Mahabharata, karena masih terpengaruh oleh wayang orang dan wayang kulit. Tidak ketinggalan carita rakyat juga mewaranai cerita yang terungkap dalam sendratari.
 Terkadang didalam sendratari diringi oleh narasi singkat untuk memperjelas cerita yang disampaikan. Seiring berkembangya waktu kadangkala sendratari  hampir menyerupai drama tari berdialog.  Fungsinya untuk pelengkap dan menonjolkan adegan tertentu.
            Melalui cerita yang dibawakan dalam sendratari, banyak terdapat pesan nilai dalam masyarakat. Sehingga sendratari merupakan salah satu wadah seni yang baik sebagai pilihan berkreaitivitas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar