Social Icons

Pages

Kamis, 16 Februari 2012

Nama sebagai Identitas Sosial Orang Jawa

Ilustrasi dari  ikadanewsonline.com
 

Nama bagi orang Jawa, tidaklah sembarangan. Sejak orangtua akan memberikan nama kepada anaknya, orangtua akan menjalani proses panjang sebelum menemukan nama yang cocok. Biasanya orangtua sudah memikirkan nama anaknya sebelum anak tersebut dilahirkan. Namun banyak orangtua yang baru menemukan nama setelah anaknya lahir mengingat banyaknya nama yang ditentukan berdasarkan hari kelahiran. Oleh karena itu, cara masyarakat jawa memberikan nama kepada anaknya dapat digolongkan menjadi dua macam yakni :
  • Direncanakan, yaitu pemberian nama dipikirkan sejak bayi belum lahir. Nama direncanakan orangtua secara matang. Nama yang sudah direncanakan itu berkemungkinan didapat dari pengalaman hidup orangtua keinginan atau cita-cita orangtua sejak lama, atau bisa saja ‘pesanan’ dari keluarga. Nama pesanan adalah nama yang diberikan bukan oleh orangtuanya, melainkan dari orang yang diserahkan oleh orangtua karena orang tersebut dihormati misalnya diberikan oleh Mbah si anak. Tradisi pemberian nama dengan perencanaan saat ini semakin berkembang dan paling sering digunakan.
  • Tidak direncanakan, yaitu nama diberikan ketika anak telah lahir. Biasanya orangtua menunggu tanda-tanda alam atau ilham hingga menemukan nama yang cocok bagi anaknya.  Pada hari kelahiran anak misalnya, banyak dukun bayi yang memberikan nama tertentu bagi anak yang berhasil dalam proses persalinannya. Orangtua mengiyakan saja apa yang diujarkan dukun bayi. Para orangtua yakin bahwa setiap dukun bayi adalah orang yang memiliki kekuatan tertentu yang tidak bisa dijelaskan oleh akal sehat, sehingga orangtua percaya dan menerima nama pemberian sang dukun.

Ruwatan adalah salah satu bukti pentingnya nama bagi masyarakat Jawa. Ruwatan adalah upacara penggantian nama anak. Upacara ini dilakukan ketika nama seorang anak dianggap berat. Istilah keberatan nama muncul apabila anak mengalami sakit, mengalami kesusahan, dan situasi lain yang menyebabkan hidup anak dalam penderitaan. Orang jawa percaya bahwa kondisi yang demikian itu disebabkan ketidakcocokan nama bagi anaknya. Nama dianggap terlalu berat dan mengganggu stabilitas kehidupan seorang anak.  Upacara ruwatan menjadi solusi permasalahan itu. Melalui upacara ruwatan, diharapkan kehidupan anak menjadi lebih stabil sehingga anak tidak sakit-sakitan lagi. Dari uraian diatas dapat dikatakan bahwa nama ternyata memiliki arti penting dalam tradisi masyarakat jawa.

    • Nama berarti harapan dan doa
Nama memiliki banyak arti, yang paling dominan dalam tradisi orang Jawa bahwa nama berarti harapan dan doa. Oleh karena itu, nama pada umumnya mencermikan arti kata yang positif. Hampir tidak pernah terjadi orangtua memberikan nama dengan istilah yang kurang baik. Berbeda dengan julukan. Julukan masih sering digunakan dengan julukan-julukan jelek, sesuai karakter seseorang. Sedangkan nama merupakan cita-cita orangtua kepada anak. Banyak nama yang mengandung makna baik diantaranya Ayu berarti cantik, Bagus berarti tampan, Beja berarti beruntung, Sugih berarti kaya, Harta yang berarti uang, dan sebagainya.

    • Wayang dalam Tradisi Penamaan Anak
Wayang merupakan permainan pertunjukan yang populer ditanah Jawa. Tidak hanya sebagai tontonan semata, wayang berisi tuntunan yang mendidik masyarakat. Permainan wayang berangkat dari mahakarya sastra besar Ramayana dan Mahabarata yang sarat dengan ajaran-ajaran kebaikan. Ajaran-ajaran itulah yang kemudian disampaikan dalam pertunjukan wayang. Wayang memiliki tempat tersendiri dalam masyarakat Jawa. Wayang menjadi ikon, contoh, tuladha dalam kehidupan. Oleh karena itu, banyak masyarakat Jawa yang mengadopsi nama wayang untuk dijadikan sebagai nama anaknya. Melalui nama wayang tersebut diharapkan seorang anak kelak akan menjadi tokoh yang berkarakter seperti wayang yang dimaksud. 
Memang tidak semua tokoh wayang dijadikan nama anak. Hanya tokoh-tokoh wayang yang bernilai positif yang kerap dijadikan nama anak. Gagah, tampan, berani, jagoan, bijaksana, welas asih adalah beberapa sikap yang merupakan sikap ksatriya tokoh wayang. Tokoh Pandawa adalah tokoh wayang yang menjadi panutan teratas. Banyak nama orang yang diambil dari tokoh Pandawa seperti Bima, Dananjaya, Arjuna, Yudhistira, dan masih banyak lagi nama lain dari tokoh Pandawa yang dijadikan nama anak. Selain dari tokoh Pandawa, banyak tokoh-tokoh wayang lainnya seperti Dewi Sinta, Dewi Kunthi, Saraswati, Karna, Abimanyu, Wibisana dan lain-lain. Artinya, wayang adalah konsep kepercayaan yang menjadi kekuatan bagi setiap namanya.

    • Nama dan Identitas Sosial Masyarakat Jawa
Nama rakyat biasa tentu berbeda dengan nama bangsawan Jawa. Keturunan raja-raja Jawa akan diberikan gelar kebangsawanan. Pemberian gelar tersebut akan membedakan antara rakyat biasa dan bangsawan. Konsep ini diangkat dari konsep kasta dalam agama Hindu. Raja dan para keturunan serta abdi dalem masuk kedalam kasta Ksatriya yang merupakan kasta kedua diatas setelah Brahmana . Sistem kekastaan itu kemudian berubah setelah islam masuk. Namun tetap saja terdapat kelas sosial dalam masyarakat Jawa yakni :
  • Raja, yakni Penguasa kerajaan termasuk keturunannya
  • Priyayi, golongan menengah yang menjembatani antara Raja dan Kawula, abdi raja, kaum terpelajar. Priyayi termasuk golongan terhormat.
  • Kawula (Wong Cilik), golongan rendahan yang dianggap kurang terpelajar, raakyat biasa.
Dalam kelas Raja atau bangsawan, setiap keturunaannya diberikan gelar-gelar identitasnyaa sebagai bangsawan. Berikut beberapa rumusan gelar kebangsawanan di Nagari Gung, Surakarta dan Yogyakarta :

Singkatan
Gelar
K.
Kanjeng
G.
Gusti
R.
Raden, Rara
P.
Pangeran, Panji
A.
Adipati, Arya, Ajeng
Ay.
Ayu
M.
Mas
Ng.
Ngabehi
B.
Bendara, Bagus
H
Harya
T
Tumenggung
Ngt
Nganten


Tabel 1 : Daftar Singkatan Rumusan Gelar Bangsawan Jawa


Dari rumusan tabel diatas, kita dapat mengetahui singkatan gelar bangsawan Jawa. Selain Gelaar Raden, gelar-gelar tersebut umumnya tidak berdiri sendiri misalnya KGPAA Mangkunegara, Kanjeng Gusti Pangeran Arya Adipati Mangkunegara. 

Setiap relasi gelar tersebut memiliki kedudukan silsilah dalam keraton yang berbeda. Selain itu gelar bias berganti berdasarkan umur atau naik tahta. Misalnya Anak laki-laki dari selir ketika masih muda bergelar Bendara Raden Mas (BRP), tapi ketika besar berganti menjadi Bendara Kanjeng Pangeran (BKP). Putra mahkota raja akan bergelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anum Amangku Negara Sudibya Rajaputra Nalendra ing Mataram, namun ketika naik tahta, gelarnya menjadi Sampeyan Dalem ingkang Sinuhun Kanjeng Sri Sultan Hamengku Buwana Senapati ing Alaga Ngabdurrokhman Sayidin Panatagama Khalifatullah ingkang Jumeneng Kaping ... (Kesultanan Yogyakarta).

    • Nama dan Kebudayaan Masyarakat Jawa Masa Kini
Kebudayaan bersifat dinamis, artinya terus mengalami perkembangan dan perubahan-perubahan dari waktu ke waktu. Beda dulu, beda sekarang. Itulah fakta yang tidak bisa ditolak. Tradisi penamaan budaya Jawa telah bergeser dari pola awalnya. Jawa sing wis ora jawa semakin banyak. Mengaku orang jawa tapi tidak bangga dengan budaya Jawa itu sendiri. Malu menggunakan nama gelar adalah salah satu contoh bukti nyata pergesaran budaya. Saat ini tidak banyak orang yang bangga menggunakan gelar kebangsawanannya terutama di daerah non-Jawa seperti di Jakarta karena berbagai hal. Gelar kebangsawanan dianggap terlalu membawa-bawa feodalisme. Di era demokrasi sekarang ini, feodalisme telah menjadi sesuatu yang bertolak belakang dari asas demokrasi dan dianggap sebagai bentuk yang tidak sepadan lagi dengan jaman. Segala atribut-atribut yang berbau feodalisme dihilangkan termasuk juga gelar kebangsawanan. Tidak digunakannya gelar dalam sistem penamaan oleh beberapa orang keturunan raja dengan berbesar hati bertujuan menghormati orang yang non-gelar. Suatu upaya untuk mensejajarkan setiap orang tanpa tingkat-tingkat sosial. Hanya saja memang gelar-gelar tersebut dihilangkan hanya gelar kecil seperti Raden saja. Selain itu, gelar acap kali hanya mencemarkan nama keluarga bangsawan. Apabila orang yang memiliki gelar berperilaku buruk maka yang dicap jelek adalah keluarganya. Demi menghindari hal itu, gelar sengaja tidak digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
    • Kesimpulan
Nama memiliki arti penting dalam kehidupan orang Jawa. Makna nama berarti harapan, doa, serta identitas sosial. Tradisi penamaan turut dipengaruhi unsur wayang yang telah menjadi kepercayaan masyarakat Jawa. Budaya Jawa juga mengenal sistem penamaan berdasarkan status sosial. Bangsawan memiliki gelar tersendiri sebagai pembeda antara bangsawan dan rakyat biasa. Sayangnya, tradisi penggunaan gelar mulai menurun di masyarakat Jawa.



Daftar Pustaka

Kuntjaraningrat. 2009. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta : Rineka Cipta
Kuntjaraningrat.1994. Kebudayaan Jawa. Jakarta. Balai Pustaka
Sedyawati, Edi. 2003. Budaya Jawa dan Masyarakat Modern. Jakarta BPPT
Sedyawati, Edi. 1996. Karakter Tokoh Pewayangan Mahabrata  Seri II.Jakarta : Depdikbud RI


Referensi Internet
http://www.tembi.org/perpus/2008_10_06.htm

2 komentar:

  1. mas...ada bukunya yg di referensi artikel ini ndak... ? boleh pinjem ndak om.? blznya di nope aja om 085643113118. ane Anom Jogja

    BalasHapus
    Balasan
    1. SAYA MAS ANTO DARI JAWAH TENGAH.
      DEMI ALLAH INI CERITA YANG BENAR BENAR TERJADI(ASLI)BUKAN REKAYASA!!!
      HANYA DENGAN MENPROMOSIKAN WETSITE KIYAI BODAS DI INTERNET SAYA BARU MERASA LEGAH KARNA BERKAT BANTUAN BELIU HUTANG PIUTAN SAYA YANG RATUSAN JUTA SUDAH LUNAS SEMUA PADAHAL DULUHNYA SAYA SUDAH KE TIPU 5 KALI OLEH DUKUN YANG TIDAK BERTANGUNG JAWAB HUTANG SAYA DI MANA MANA KARNA HARUS MENBAYAR MAHAR YANG TIADA HENTINGNYA YANG INILAH YANG ITULAH'TAPI AKU TIDAK PUTUS ASA DALAM HATI KECILKU TIDAK MUNKIN SEMUA DUKUN DI INTERNET PALSU AHIRNYA KU TEMUKAN NOMOR KIYAI BODAS DI INTERNET AKU MENDAFTAR JADI SANTRI DENGAN MENBAYAR SHAKAT YANG DI MINTA ALHASIL CUMA DENGAN WAKTU 2 HARI SAJA AKU SUDAH MENDAPATKAN APA YANG KU HARAPKAN SERIUS INI KISAH NYATA DARI SAYA.....

      …TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA AKI BODAS…

      **** BELIAU MELAYANI SEPERTI: ***
      1.PESUGIHAN INSTANT 10 MILYAR
      2.UANG KEMBALI PECAHAN 100rb DAN 50rb
      3.JUAL TUYUL MEMEK / JUAL MUSUH
      4.ANGKA TOGEL GHOIB.DLL..

      …=>AKI BODAS<=…
      >>>085-320-279-333<<<






      SAYA MAS ANTO DARI JAWAH TENGAH.
      DEMI ALLAH INI CERITA YANG BENAR BENAR TERJADI(ASLI)BUKAN REKAYASA!!!
      HANYA DENGAN MENPROMOSIKAN WETSITE KIYAI BODAS DI INTERNET SAYA BARU MERASA LEGAH KARNA BERKAT BANTUAN BELIU HUTANG PIUTAN SAYA YANG RATUSAN JUTA SUDAH LUNAS SEMUA PADAHAL DULUHNYA SAYA SUDAH KE TIPU 5 KALI OLEH DUKUN YANG TIDAK BERTANGUNG JAWAB HUTANG SAYA DI MANA MANA KARNA HARUS MENBAYAR MAHAR YANG TIADA HENTINGNYA YANG INILAH YANG ITULAH'TAPI AKU TIDAK PUTUS ASA DALAM HATI KECILKU TIDAK MUNKIN SEMUA DUKUN DI INTERNET PALSU AHIRNYA KU TEMUKAN NOMOR KIYAI BODAS DI INTERNET AKU MENDAFTAR JADI SANTRI DENGAN MENBAYAR SHAKAT YANG DI MINTA ALHASIL CUMA DENGAN WAKTU 2 HARI SAJA AKU SUDAH MENDAPATKAN APA YANG KU HARAPKAN SERIUS INI KISAH NYATA DARI SAYA.....

      …TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA AKI BODAS…

      **** BELIAU MELAYANI SEPERTI: ***
      1.PESUGIHAN INSTANT 10 MILYAR
      2.UANG KEMBALI PECAHAN 100rb DAN 50rb
      3.JUAL TUYUL MEMEK / JUAL MUSUH
      4.ANGKA TOGEL GHOIB.DLL..

      …=>AKI BODAS<=…
      >>>085-320-279-333<<<

      Hapus