Social Icons

Pages

Minggu, 11 Maret 2012

Eksistensi Bahasa Ibu

Eksistensi Bahasa Ibu
Oleh Patrisia Devitasari
Tanggal 21 Februari 2005, bangsa Indonesia sebagai bagian dari masyarakat internasional memperingati Hari Bahasa Ibu Internasional. 21 Februari ditetapkan sebagai Hari Bahasa Ibu Internasional oleh UNESCO sejak 17 November 1999. Ini merupakan hari penting, mengingat beberapa bahasa ibu di Indonesia terancam punah akibat jarang bahkan tidak digunakan lagi. Kehidupan modern dan westernisasi merupakan salah satu penyebab menghilangnya beberapa bahasa Ibu. Kini orang tua enggan mengajarkan bahasa daerah kepada anaknya, bahkan lebih memilih bahasa asing agar terlihat keren. Pelestarian bahasa ibu sangat penting ditengah kehidupan modern untuk memelihara identitas etnis, disamping bahasa ibu mulai tergusur oleh bahasa nasional oleh para penuturnya sendiri.
Menurut catatan Pusat Bahasa, ratusan bahasa daerah di Indonesia terancam punah karena semakin jarang digunakan. Jumlah bahasa di seluruh dunia sebanyak 6.912 (tahun 2009), Indonesia menduduki peringkat kedua terbanyak (741 bahasa) setelah Papua Nugini (820). Jumlah itu memang dikatakan bisa naik dan turun karena ada bahasa-bahasa yang punah, tetapi ada juga bahasa yang belum teridentifikasi.
Sastrawan Ajip Rosidi, memprediksikan kemungkinan hilangnya bahasa Sunda. Prediksi didasari oleh penelitian ahli yang memperhitungkan kurang lebih 6000 bahasa di dunia pada akhir abad 21 akan ada 3000 bahasa yang mati. Artinya, 30 bahasa akan mati dalam setahun, dua setengah bahasa akan mati selama sebulan dan setiap 10 hari akan ada satu bahasa yang hilang dari dunia ini. Bahasa Sunda diprediksikan mati jika orang Sunda sudah tidak mau berbicara menggunakan bahasa Sunda.
Memperingati hari bahasa ibu saat ini, diharapkan kaum muda serta seluruh masyarakat turut melestarikan bahasa ibunya. Mulai dari hal kecil seperti tidak malu untuk menggunakan bahasa daerah dalam aktivitas sehari – hari hingga menggunakan bahasa daerah dalam karya sastra dan seni musik.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar