Social Icons

Pages

Minggu, 13 Mei 2012

Museum Purna Bhakti Pertiwi, Monumen Tumpeng Raksasa

 
Maket Museum Purna Bhakti Pertiwi
         Kompleks Mueseum Purna Bhakti Pertiwi adalah sebuah kompleks arsitektural yang menggagas konsep tumpeng beserta ubarampe-nya. Kompleks museum yang berlokasi di beranda depan Taman Mini Indonesia Indah ini pertama kali digagas oleh Ibu Tien Soeharto pada tahun 1984 kemudian baru terealisasi akhir tahun 1993. Konsep tumpeng menurut Hedijanto, selaku ketua direksi proyek pembangunan museum, “konsep bangunan museum merupakan simbol ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah memberikan petunjuk dan bimbingan kepada Bapak Soeharto yang telah mendarmabaktikan hidup sebagai insan bangsa, merebut, mempertahankan, mengisi kemerdekaan, serta memimpin bangsa dan negara dengan berbagai program pembangunan”.1
Salah satu koleksi : patung 3 dimensi karya seniman Bali
Bendera Merah Putih berkibar di halaman depan Museum
           Kompleks terdiri dari bangunan utama berbentuk tumpeng terbesar berwarna putih dengan puncak utama berupa mustaka lidah api. Bangunan utama dilengkapi 8 puncak semuanya berbentuk tumpeng dengan kuncup diselimuti bentuk daun pisang. Terdapat 4 bangunan pendukung menyerupai bubur merah dan bubur putih. Dua buah menara dengan puncak lidah api menyerupai dian. Selain konsep tumpeng, kompleks bangunan ini juga menggunakan pola lingkaran mandala suci, konsep asta-bratha, dan pola pohon hayat. Koleksi meseum Purna Bakti Pertiwi secara umum berisi riwayat perjuangan dan pengabdian semasa presiden Soeharto. Museum ini diisi oleh berbagai macam benda koleksi keluarga presiden Soeharto yang didapat dari hadiah dan pemberian kehormatan baik dari dalam maupun luar negeri. Koleksi tersebut diantaranya berupa kristal, porselin, keramik, gading, emas, perak, kain tenun, lukisan, gamelan, patung dan lain-lain. Sayangnya, berdasarkan pemantauan kami saat meliput, museum ini terbilang sepi pengunjung. (RR)
                       
1 Sambutan ketua direksi proyek, buku “Museum Purna Bhakti Pertiwi” Jakarta:1993


Konsep pohon Hayat diwujudkan pada rangka bangunan induk


Foto Soeharto, koleksi ruangan utama Museum

Lidah api terbuat dari perunggu, dalam masa konstruksi dipasang dengan bantuan helikopter

Kompleks Museum Purna Bhakti Pertiwi tampak dari pintu masuk
       

    

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar